21
Feb
12

Kendali Diri atas Cinta

Cinta adalah perasaan. Dan perasaan itu sifatnya sangatlah labil, mudah berubah-ubah sesuai kondisi, naik-turun, bisa muncul dan hilang begitu saja. Karena sifatnya yang labil itu, maka sebenarnya perasaan cinta itu bisa dibuat atau dihilangkan sesuai “kebutuhan”.

Dengan ide dasar ini, maka pernikahan – yang sering dianggap sebagai kelanjutan dari cinta – pada dasarnya juga bisa didirikan sebelum timbulnya perasaan cinta. Karena itu, ide “perjodohan” dimana pernikahan dilakukan oleh pihak-pihak yang belum begitu mengenal dan belum memiliki perasaan cinta memiliki dasar juga yang memungkinkan keberhasilan kehidupan pernikahan. Karena cinta sebenarnya dapat ditumbuhkan kemudian setelah pernikahan berlangsung – dengan perjuangan tentunya.

Sebaliknya juga, pernikahan juga bukanlah hal yang harus selalu diperjuangkan mati-matian hanya karena seseorang telah terlanjur mencintai orang lain. Ketika kondisi tidak memungkinkan pernikahan itu terwujud – entah karena yang dicintai ternyata tidak berbalik mencintai atau karena tidak adanya restu keluarga – maka tidaklah perlu untuk menyebut kondisi tersebut sebagai suatu kemalangan dan sakit hati yang tak terobati. Seolah tidak bisa hidup tanpa dirinya, seolah tak ada cinta lagi di luar sana. Bila dipikirkan dan diusahakan secara logis, perasaan cinta itu bisa dihilangkan sehingga membuka adanya pintu perasaan cinta yang lain lagi – dengan perjuangan juga tentunya.

Jadi, pada intinya cinta dan pernikahan memang perjuangan diri. Cinta – yang dianggap sebagai elemen penting dalam kehidupan pernikahan – bisa dibentuk, sesuai dengan keadaan dan diarahkan menuju kondisi yang baik sesuai keinginan. Dan sebagaimana juga pendapat Erich Fromm, faktor penting dalam cinta adalah kehendak, kemauan, atau komitmen diri. Dengan siapa saja kita menikah sebenarnya tidaklah terlalu bermasalah. Yang penting adalah komitmen diri untuk mencintai, untuk menjaga keberlangsungan cinta (pernikahan).

Itu saja… idealnya.  hehe..

Jurangmangu Timur, 21 Februari 2012


1 Response to “Kendali Diri atas Cinta”


  1. 1 Kendeka Pulau Tidung
    July 19, 2013 at 3:28 am

    cINTAPUN HARUS DI KENDALIKAN YA…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: