03
Mar
10

Negara Kelas dan Demonstrasi Rakyat

Beberapa hari ini berlangsung rapat paripurna terkait hasil Pansus Bank Century di DPR yang diiringi dengan gelombang demonstrasi dimana-mana dan ternyata terjadi juga hal yang anarkis. Aku tak terlalu banyak mengetahui bagaimana berlangsungnya perdebatan di Pansus karena jarang melihat berita dan akupun memang tak terlalu tertarik dengan perdebatan seperti itu. Politik dan pertentangan kepentingan –meskipun merupakan kenyataan hidup yang perlu dihadapi- seringkali hanya membuat lelah dan membuat semakin kacaunya keadaan. Menaikkan kadar emosional saja.

Disini, aku hanya ingin mengatakan bahwa kepentingan itu tenyata memang selalu ada pada tiap orang, kelompok, bahkan termasuk negara. Terlihat sekali kepentingan-kepentingan ini -sebagaimana terlihat di DPR- muncul, saling bertentangan, diperjuangkan secara “fanatik”, dan dapat didukung secara rasional oleh masing-masing pihak tersebut.  Negara atau pemerintah sendiri ikut bermain di dalamnya dengan adanya partai pendukung pemerintah, yang semakin membuktikan bahwa ternyata pemerintahpun memiliki kepentingannya sendiri.

Di sini, aku berpikir tentang teori negara kelas yang diusung oleh Karl Marx yang mengatakan bahwa negara itu sebenarnya pertama-tama tidaklah bertindak demi kepentingan umum, melainkan demi kepentingan kelas mereka sendiri sebagai kelas yang berkuasa. Negara itu selalu berusaha mempertahankan dirinya sendiri, terlepas dari benar-tidaknya hal yang dipertahankan tersebut. Dan siapa “diri” negara itu? Mereka adalah pihak yang berkuasa, pejabat, dan itu juga seringkali berarti mereka yang kaya, para pengusaha, konglomerat, mereka yang menguasai perekonomian sehingga cukup kuat untuk menekan pemerintah.

Oleh karena itu, aku tidak dapat terlalu percaya kepada negara, pemerintah, atau mereka yang berkuasa bahwa mereka akan memperjuangkan “kepentingan rakyat” (yang dimaksud rakyat disini adalah masyarakat bawah yang miskin atau lemah). Padahal kepada rakyat inilah penguasa seharusnya berpihak. Mengapa rakyat perlu untuk diperjuangkan? Karena setiap manusia memiliki hak yang sama untuk hidup secara makmur dan adil. Keberpihakan haruslah diberikan kepada mereka yang lemah karena merekalah yang lebih butuh bantuan. Untuk apa membantu yang sudah mampu dan kuat? Membantu yang kuat hanya akan cenderung semakin mengambil hak-hak mereka yang lemah dan itu berarti penindasan.

Ketidakpercayaan akan keberpihakan pemerintah terhadap rakyat antara lain karena terlihat betapa seringnya program dan kebijakan yang dibuat (bahkan termasuk hukum sendiri) hanya atau lebih menguntungkan kelas/kaum kaya dan menindas/tidak menguntungkan bagi mereka yang lemah/miskin. Ambillah contoh kebijakan perdagangan/pasar bebas, aturan perburuhan, outsourcing, penggusuran pemukiman kumuh, pembangunan mall-mall/swalayan, dll. Memang pemerintah juga melakukan tindakan-tindakan sosial untuk rakyat seperti memberikan bantuan dalam bencana, bantuan kredit, pembangunan sarana untuk masyarakat miskin, dll. Tetapi tindakan sosial itu berada dalam “ketidakpastian” karena kuatnya kepentingan kelas kaya dan bila mengikuti pendapat Karl Marx, semua itu hanya dilakukan untuk menenangkan dan mengelabuhi rakyat agar tidak menuntut hal-hal yang lebih fundamental.

Maka, dengan adanya ketidakpastian tersebut, perlu adanya kontrol dari rakyat agar kekuasaan yang cenderung korup (lord Acton) tersebut tidak terlalu melenceng dan merugikan rakyat. Perwakilan rakyat dalam DPR sebenarnya adalah metode untuk hal tersebut, tetapi lagi-lagi perwakilan rakyat tersebut cenderung menjadi kelas yang berbeda dengan rakyat sehingga cenderung lebih memperjuangkan kepentingannya sendiri bernama partai dengan mengatasnamakan konstituennya yang “abstrak”. Benarlah anjuran Iwan Fals agar wakil rakyat seharusnya merakyat…

Maka apa lagi cara rakyat untuk mengontrol kebijakan para penguasa tersebut? Jalan yang sering diambil dan terjadi sekarang adalah melalui demonstrasi. Tindakan demonstrasi itu sebenarnya cermin bahwa rakyat kurang mempercayai komitmen pemerintah beserta aparatnya dan kurang mempercayai wakil rakyat di DPR akan membawa aspirasi rakyat. Demonstrasi dalam negara demokrasi adalah sah-sah saja dan bahkan melihat kuatnya kepentingan kelas penguasa sendiri, demonstrasi perlu untuk dilakukan dalam rangka mengawal kebijakan pemerintah agar senantiasa prorakyat. Pemerintah harus ditekan/dipaksa untuk peduli dan mempertimbangkan kepentingan rakyatnya. Hanya kembali, tindakan demonstrasi ini juga terjadi masalah karena aspirasi masyarakatpun beragam dan cara rakyat berdemonstrasi seringkali berakhir dengan tindakan perusakan/anarkis, mengganggu ketertiban, dan menyusahkan masyarakat yang notabene ingin diperjuangkannya. Apalagi terjadi juga demonstrasi bayaran sehingga kelas penguasa diindikasikan ikut juga bermain dalam membentuk opini publik lewat demonstrasi,  menjadi tidak jelasnya aspirasi rakyat, dan tindakan demonstrasi menjadi dipandang sinis, negatif, serta tidak disukai masyarakat. Tetapi menurutku, masalah ini tidak lantas berarti bahwa semua demonstrasi itu negatif dan tidak perlu untuk dilakukan. Demonstrasi sebagai suatu mekanisme kontrol, tetaplah memiliki peran dan fungsinya sendiri yang diperlukan untuk membawa kehidupan masyarakat lebih baik.

Beginilah potret kehidupan demokrasi Indonesia, dengan berbagai kekacauan, permasalahan, dan tantangannya. Mampukah mereka yang benar-benar berjuang demi kepentingan rakyat maupun rakyat itu sendiri, untuk membela kepentingannya sebagai warga negara? Haruskah hanya menunggu komitmen pemerintah? Harus mempercayai wakil rakyatkah? Atau memang harus berjuang sendiri saja??
Negara milik siapa Indonesia ini??

Jurangmangu, 3 Maret 2010


0 Responses to “Negara Kelas dan Demonstrasi Rakyat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: