24
Jun
09

Sedikit ttg Iman

Iman, percaya ternyata bukanlah suatu kelemahan manusia. Orang yang mengagungkan serta menganggap rasio sebagai satu-satunya bukti kebenaran tentunya tidak setuju. Mereka terus berusaha mengungkapkan kebenaran segala sesuatu secara rasional. Berhenti dan mempercayai saja tanpa bukti rasional dianggap sebagai kemandegan dan kelemahan. Yang benar adalah yang rasional, begitulah premisnya.

Tetapi menganggap segala sesuatu bisa dirasionalkan ternyata mengingkari kodrat hidup manusia sebagai makhluk yang terbatas. Manusia itu lemah dan terbatas kemampuannya sehingga sangat absurd untuk memberi batasan rasionalitas manusia (yang terbatas) sebagai kriteria kebenaran. Segala sesuatu tidak harus dapat dimengerti secara rasional dulu sehingga dapat diterima sebagai kebenaran. Kebenaran lebih luas dari rasio manusia.

Tetapi tentunya hal ini bukan berarti menafikan penggunaan rasio dalam kehidupan manusia. Manusia yang tidak menggunakan rasio dalam kehidupannya adalah seorang yang tidak hidup sepenuhnya sebagai manusia. Mengapa? Karena rasio adalah adalah salah satu potensi unik yang diberikan kepada manusia yang membedakannya dengan makhluk ciptaan yang lain. Manusia yang hidup tanpa menggunakan rasionya akan hidup semata dengan instingnya dan bergerak tanpa kendali. Rasio tetap harus digunakan untuk menguji dan mencari kebenaran. Hanya saja perlu ditempatkan sesuai fungsi dan kemampuannya. Dalam hal praktis dan Ilmu pengetahuan misalnya, rasio dioptimalkan penggunaanya. Tetapi dalam hal moral dan agama, rasio perlu mengakui keterbatasannya dan mengisi celah ketidakmampuannya itu dengan sikap percaya (iman). Tanpa sikap percaya manusia akan hidup dalam ketidakjelasan (karena ketidakmengertiannya) entah dengan terus berpikir ataupun dengan mengacuhkannya. Tanpa Iman terbukti membawa ketidakstabilan hidup manusia dan sering membawa kepada kegilaan.

Percaya, mempercayai juga perlu kekuatan tersendiri. Artinya tidak mudah untuk menjadi orang yang percaya dan beriman. Mempercayai berarti melakukan lompatan dari keadaan yang tidak jelas menjadi jelas secara subjektif. Misalnya percaya terhadap suatu ajaran agama. Padahal ada kemungkinan ajaran tersebut salah dan rasio tidak sanggup untuk mengujinya. Dengan mempercayainya (iman) berarti meyakini bahwa hal yang belum jelas itu sebagai kebenaran. Melakukan lompatan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah terlebih dengan adanya konsekwensi di balik sikap mempercayai tersebut. Orang harus mempertanggungjawabkan apa yang dipercayainya tersebut, paling tidak terhadap dirinya sendiri di dunia ini.

Percaya (beriman) tidak sama dengan mengakui sesuatu sebagai yang benar semata, tetapi selalu menuntut komitmen terhadap apa yang dipercayai tersebut. Orang yang percaya terhadap kebenaran suatu agama tetapi tidak melaksanakan ajaran agama tersebut tidak dapat disebut sebagai seorang yang percaya secara sebenarnya. Tuntutan untuk melakukan apa yang dipercayai ini juga termasuk penyebab percaya itu sulit dan perlu perjuangan.

Orang yang sanggup untuk percaya adalah orang yang kuat dan berani. Sebaliknya, orang yang tidak berani untuk mempercayai, yang tidak mau untuk percaya (beriman) adalah seorang yang lemah dan penakut.

Menjadi seorang yang percaya (beriman) juga akan menjadikan diri tenang. Ketenangan hidup didapat karena memiliki sandaran untuk hal yang berada di luar kemampuan dirinya, sedangkan untuk hal yang berada dalam penguasaannya, orang tersebut dapat membuktikan secara langsung. Hidup seperti inilah yang indah dan ditawarkan kepada manusia. Tinggal manusianya sendiri yang menentukan pilihan hidupnya: Apakah akan beriman dan hidup tenang sesuai kodratnya, ataukah tanpa iman dan hidup dalam ketidakpastian yang melelahkan tanpa akhir…

24/06/2008


0 Responses to “Sedikit ttg Iman”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: