20
Feb
09

Celah Pengetahuan dan Perbuatan

Aku berpikir tentang kemungkinan bahwa Tuhan menilai manusia tidak dari apa yang diketahuinya, tetapi dari apa yang dilakukannya. Tahu tak menjamin kelakukan sesuai yang diketahuinya. Orang yang tahu apa yang benar atau baik tidak selalu berperilaku yang benar atau baik. Semua orang tahu kalau berbohong, mencuri, korupsi itu salah, toh masih juga dilakukan. Merokok merusak kesehatan, tapi banyak juga yang masih menikmatinya. Ada celah antara pengetahuan dengan perilaku (pengetahuan yang dibicarakan disini adalah yang terkait dengan perbuatan moral). Menjadi orang yang tahu itu penting tetapi melakukan perbuatan sesuai dengan yang diketahui juga tak kalah pentingnya. Klo tidak tahu, tentunya sulit diharapkan bisa berbuat yang benar kecuali berdasarkan kebetulan-kebetulan. Ini adalah masalah tersendiri: bagaimana orang berusaha untuk tahu dan memiliki “kategori” perbuatan. Mencari dan berusaha untuk tahu adalah suatu keharusan untuk bisa berbuat benar/baik. Sedangkan melakukan perbuatan sesuai yang diketahui adalah permasalahan yang lainnya: bagaimana kategori diterapkan dalam perbuatan secara konsisten.

Celah apa yang ada di antara pengetahuan dengan perbuatan? Apa yang membuat pengetahuan benar-benar diaplikasikan? Faktor apa yang membuat orang dapat konsisten antara pengetahuannya dengan perilakunya? Bagaimana membuat manusia bisa tidak menyerah kepada lingkungan atau melakukan rasionalisasi (pembenaran) diri?

Salah satu yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya seperti binatang adalah bagaimana manusia bisa mengarahkan perilakunya dengan bebas. Manusia bisa memilih dalam berbuat: melakukan yang baik atau melakukan sebaliknya. Dorongan/naluri/nafsu dimiliki manusia seperti binatang, tapi manusia bisa memilih cara untuk memenuhinya: menolak memenuhi, memenuhi secara benar dan sesuai aturan (kategori), ataukah semaunya sendiri tanpa peduli aturan. Bahkan lingkungan yang sulit/keras sekalipun juga masih memberi pilihan kepada manusia: bagaimana cara untuk mengatasinya. Maka perbuatan manusia menjadi perbuatan moral. Dengan kebebasan ini pula yang memungkinkan manusia berkembang melebihi keadaan yang ada, tidak seperti binatang yang terkurung dalam batasan sifat dan keadaannya. Ini adalah suatu kelebihan. Tetapi ada resiko di balik kebebasan itu: manusia mesti bertanggung jawab.

Celah pengetahuan dan perbuatan adalah wilayah dan situasi konflik. Terjadi tarikan kepentingan dalam diri manusia dipengaruhi lingkungan. Antara Id dan Superego. Pikiran, perasaan, hati, pertimbangan2, bertarung memperebutkan kuasa untuk bertindak. Celah pengetahuan dan perbuatan tersebut dijembatani oleh sikap mental, usaha, komitmen diri, kesungguhan, kedislipinan, kemauan. Semua usaha inilah yang akan bisa menyelaraskan antara pengetahuan (kategori) dengan perbuatan. Di sinilah, menurut saya, akan dinilai bagaimana kekuatan dan moralitas seseorang sebenarnya. Apabila dapat selaras, manusia ini akan mencapai derajat yang dalam bahasa Agama disebut dengan “takwa”. Tetapi dapat pula terjadi penyimpangan sehingga perbuatan tidak sesuai pengetahuan dan menimbulkan apa yang oleh Agama disebut “dosa” atau munafik. Alangkah susahnya….

20/02/09


0 Responses to “Celah Pengetahuan dan Perbuatan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: